bintik di kulit karena virus

Moluskum Kontagiosum, Bintik di Kulit Seperti Jerawat

Bintik di kulit menyerupai jerawat kerap terjadi pada anak-anak. Itu adalah moluskum kontagiosum. Penyebabnya adalah infeksi virus yang menular.

Moluskum Kontagiosum (MK) merupakan bintik di kulit yang sering ditemukan di Klinik Kulit, tetapi masih jarang dibicarakan. Sehingga masih banyak masyarakat yang tidak waspada terhadap penyakit ini, dan banyak yang salah artikan sebagai jerawat biasa. Padahal tanpa pengobatan, penyakit ini mengganggu kualitas hidup penderitanya.

Penyakit yang sering disebut sebagai ‘jerawat genital’ ini tidak memiliki angka kejadian yang pasti. “Terdapat laporan yang menyebutkan angka 1200-1400 kasus per 100.000 penduduk per tahun di seluruh dunia,” kata dr. Anthony Handoko Sp.KK. “Di Klinik PRAMUDIA sendiri setiap bulannya, terdapat rata-rata 2-4 kasus MK pada anak dan dewasa,” kata CEO Klinik PRAMUDIA itu.

Pada anak-anak, MK menular melalui sentuhan kulit atau penggunaan benda-benda secara bersamaan. Sedangkan pada orang dewasa, MK dapat menular melalui hubungan seksual. Karena itu, MK pada dewasa dianggap sebagai penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Pada anak-anak, kondisi ini paling banyak ditemukan pada usia 2-10 tahun. Sedangkan pada dewasa banyak ditemukan di usia 20-60 tahun.

Pencegahan

Menurut Anthony pencegahan yang terbaik adalah menghindari sumber penularan dan melakukan deteksi dini, agar pengobatan bisa diberikan lebih awal. Namun, sulit bagi masyarakat untuk mengenali penyakit ini, meski MK memiliki masa inkubasi yang cukup lama, yaitu 2- 6 bulan. Sebab, MK tidak menimbulkan rasa gatal. Jika muncul gatal, hanya ringan. MK juga tidak menimbulkan rasa sakit.

Waspadai bintik di kulit

MK menyebabkan benjolan berdiameter kurang dari 0,25 inci dan memiliki titik kecil di tengahnya. Benjolan mirip dengan jerawat dan bisa berkembang menjadi banyak. Benjolan pada anak biasanya ditemukan di kulit tipis, terutama di bagian lipatan, seperti siku, lutut, ketiak, lipatan paha dan leher. Juga ditemukan di pubis, genital, dada dan punggung anak. Sedangkan pada dewasa ditemukan di genital dan area sekitarnya.

MK bisa diobati

Ada beberapa modalitas pengobatan. Di antaranya adalah destruksi lesi MK, untuk mengeluarkan badan moluskum. Tindakan destruktif bisa menggunakan cairan kaustik, laser, elektrokauter atau krioterapi. Selain itu, juga ada pengobatan yang diminum menggunakan biologis, yang gunanya untuk  meningkatkan sistim kekebalan tubuh.

 “Dari pengalaman selama berpraktek di Klinik PRAMUDIA, kesadaran masyarakat terdapat MK masih sangat rendah,” kata Anthony. Hal ini bisa disebabkan kurangnya pengenalan masyarakat tentang penyakit MK dan kurangnya informasi dan edukasi. “Sehingga deteksi dini sulit terjadi,” kata Anthony.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *